Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Kamis, 05 Januari 2017

MAKALAH FILSAFAT ILMU
Keterkaitan antara Filsafat Ilmu dengan Akuntansi
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Disusun Oleh :
ASHARI RAMADHAN
8335162973
2016
ii
DAFTAR ISI
COVER ................................................................................................................ i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB I
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
BAB II
2.1 Sejarah Akuntansi ..................................................................................... 3
2.1 Sejarah Filsafat Ilmu ................................................................................. 4
BAB III
3.1 Keterkaitan antara Filsafat Ilmu dengan Perkembangan Akuntansi .......... 6
BAB IV
4.1 Kesimpulan ............................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….…10
1
BAB I
1.2 Latar Belakang
Filsafat Imu adalah alat mencari kebenaran dari berbagai fenomena, member
pengertian tentang hidup, memberikan ajaran tentang moral dan etika, menjadi inspirasi
dan pedoman untuk berbagai aspek kehidupan. Filsafat ilmu adalah cabang dari filsafat
yang banyak digunakan sebagai pijakan untuk mengembangkan ilmu yang merupakan
bagian dari ontologi yang membicarakan apa yang diketahui, berarti apa yang mendjadi
bidang studi ilmu. Epistimologi membicarakan apa yang ingin kita ketahui maka
epistimologi membicarakan bagaimana mendapatkan objek itu secara mendalam
melalui segenap proses yang terlibat dalam usaha memperolehnya, yang dapat diicapai
dengan metode keilmuan. Sedangkan axiology membicarakan tentang kegunaan ilmu
atau teori tentang nilai.
Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang filsafat yang telah banyak digunakan
oleh para pakar akuntansi untuk mengembangkan bidang akuntansi. Perkembangan
pemikiran akuntansi dan teori akuntansi sangat dipengaruhi oleh asumsi-asumsi dasar
yang digunakan. Permasalahan perkembangan ilmu akuntansi banyak muncul karena
ilmu akuntansi merupakan kategori ilmu sosial yang bergerak dinamis mengikuti
perkembangan lingkungan sosial, dimana ilmu tersebut diterapkan. Namun pada
perkembangannya banyak yang menyoroti dimanakah kedudukan disiplin ilmu
akuntansi dalam struktur ilmu pengetahuan. Oler and Skousen membagi topik
penelitian akuntansi menjadi beberapa topik, antara lain akuntansi keuangan, akuntansi
manajerial, pengauditan, perpajakan, governance. Sebuah penelitian dapat dikatakan
sebagai penelitian akuntansi, jika penelitian tersebut menunjukkan pengaruh kejadian
ekonomi terhadap proses pengiktisaran,analisis, pemverifikasian dan pelaporan
informasi keuangan yang terstandar, serta pengaruh dari informasi yang disajikan
terhadap kejadian ekonomi (economic events).
Teori akuntansi kadang-kadang dibingungkan dengan pengertian positif dan
normative. Teori positif berusaha menjelaskan informasi apa yang seharusnya
dikomunikasikan dan bagaimana akuntansi tersebut akan disajikan. Sehingga teori
2
positif berusaha menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh akuntan dalam
proses penyajian informasi keuangan kepada para pemakai dan bukan menjelaskan
tentang apakah informasi keuangan itu dan mengapa hal tersebut terjadi. Sebaliknya
tujuan pendekatan teori normatif berusaha menguraikan dan menjelaskan apa dan
bagimana informasi keuangan disajikan serta dikomunikasikan kepada para pemakai
informasi akuntansi atau dengan kata lain pendekatan teori normatif bukanlah untuk
memberikan anjuran mengenai bagaimana praktik akuntansi seharusnya, tetapi untuk
menjelaskan mengapa praktik akuntansi mencapai bentuk seperti keadaannya sekarang.
1.2 Rumusan Masalah
Dari penjelasan yang telah diuraikan diatas dapat ditarik rumusan masalah
sebagai berikut :
Bagaimana keterkaitan antara filsafat ilmu dengan perkembangan akuntansi?
3
BAB II
2.1 Sejarah Akuntansi
Pada dasarnya akuntansi itu sama yaitu sarana bagi manajemen untuk
mengkomunikasikan posisi keaungan, kinerja dan perubahan posisi keaungan kepada
pihak yang berkepentingan. Akuntansi menyediakan informasi bagi pasar modal-pasar
modal besar, baik domestik maupun internasional. Awalnya, akuntansi dimulai dengan
sistem pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) di Italia pada abad ke 14
dan 15.
Lucalah orang yang pertama sekali mempublikasikan prinsip-prinsip dasar
double accounting system dalam bukunya berjudul : Summa the arithmetica geometria
proportioni et proportionalita di tahun 1494. Banyak ahli sejarah yang berpendapat
bahwa prinsip dasar double accounting system bukanlah ide murni Luca namun dia
hanya merangkum praktek akuntansi yang berlangsung pada saat itu dan
mempublikasikannya.
Paruh Pertama abad 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat,
kerumitan masalah akuntansi muncul bersamaan. Kemudian akuntansi diakui sebagai
suatu disiplin ilmu akademik tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi
semakin terasa di dunia barat. Bagi banyak negara, akuntansi merupakan masalah
nasional dengan standar dan praktik nasional yang melekat erat dengan hukum nasional
dan aturan profesional.
Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642. Akan tetapi bukti
yang jelas terdapat pada pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak
1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa
dihapuskan pada tahun 1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta
Belanda yang menanamkan modalnya di Indonesia.
Praktik akuntansi di Indonesia dapat ditelusuri pada era penjajahan Belanda
sekitar 17 atau sekitar tahun 1642. Jejak yang jelas berkaitan dengan praktik akuntansi
di Indonesia dapat ditemui pada tahun 1747, yaitu praktik pembukuan yang
dilaksanakan Amphioen Sociteyt yang berkedudukan di Jakarta. Pada era ini Belanda
mengenalkan sistem pembukuan berpasangan (double-entrybookkeeping) sebagaimana
4
yang dikembangkan oleh Luca Pacioli. Perusahaan VOC milik Belanda-yang
merupakan organisasi komersial utama selama masa penjajahan-memainkan peranan
penting dalam praktik bisnis di Indonesia selama era ini.
2.2 Sejarah Filsafat Ilmu
Istilah filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah (Arab),
philosophy (Inggris), philosophia (Latin), philosophie (Jerman, Belanda, Perancis)
Semua istilah itu bersumber dari pada istilah Yunani philosophia. Istilah Yunani philien
berarti mencintai sedangkan philos berarti teman. Selanjutnya istilah sophos berarti
bijaksana, sedangkan Sophia berarti kebijaksanaan.
Sedangkan kata ilmu merupakan terjemahan dari kata dalam bahasa Inggris;
science. Kata science berasal dari kata latin scientia yang berarti pengetahuan. Kata
scientia ini berasal dari kata kerja scire yang artinya mempelajari, mengetahui.
Namun Jujun Suryasumantri mengemukakan bahwa ilmu adalah merupakan
suatu pengetatahuan yang mencoba menjelaskan rahasia alam agar gejala alamiah
tersebut tidak lagi merupakan misteri. Penjelasan ini memungkinkan kita untuk
meramalkan apa yang akan terjadi. Dengan demikian, penjelasan ini memungkinkan
kita untuk mengontrol gejala tersebut.Filsafat ilmu adalah cabang dari ilmu filsafat.
Kalau didefinisikan filsafat ilmu adalah refleksi mendasar dan integral mengenai
hakekat ilmu pengetahuan itu sendiri.
Filsafat ilmu sebagai bagian integral dari filsafat secara keseluruhan
perkembangannya tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkembangan filsafat itu sendiri
secara keseluruhan. Menurut Lincoln Cuba, sebagai yang dikutip oleh Ali Abdul Azim,
bahwa kita mengenal tiga babak perkembangan paradigma dalam Filsafat Ilmu di Barat
yaitu era prapositivisme, era positivisme dan era pasca modernisme. Era prapositivisme
adalah era paling panjang dalam sejarah Filsafat Ilmu yang mencapai rentang waktu
lebih dari dua ribu tahun.
Dari sejarah panjang filsafat, khususnya Filsafat Ilmu, perkembangannya terbagi ke
dalam empat fase sebagai berikut:
1. Filsafat Ilmu zaman kuno, yang dimulai sejak munculnya filsafat sampai dengan
munculnya Renaisance.
2. Filsafat Ilmu sejak munculnya Rennaisance sampai memasuki era positivism.
5
3. Filsafat Ilmu zaman modern, sejak era positivisme sampai akhir abad
kesembilan belas.
4. Filsafat Ilmu era kontemporer yang merupakan perkembangan mutakhir, Filsafat
Ilmu sejak awal abad kedua puluh sampai sekarang.
Pada zaman modern Filsafat dari berbagai aliran muncul. Pada dasarnya corak
keseluruhan Filsafat modern itu mengambil warna pemikiran. Filsafat sufisme
Yunani, sedikit pengecualian pada Kant. Paham-paham yang muncul garis besarnya
adalah rasionalisme, idealisme, dan empirisme. Tokoh-tokoh filsafatyang terlahir di
zaman ini antara lain: A. Comte, William James, Cl. Lévi-Strauss, J. Lacan dan M.
Faoucault dan lain-lain.
6
BAB III
3.1 Kaitan antara Filsafat Ilmu dengan Perkembangan Akuntansi
Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai
informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan
lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi,
dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan
menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai
"bahasa bisnis". Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah
pembukuan.
Ilmu akuntansi digunakan sesuai dengan keperluan dalam suatu profesi tertentu
sebagai aspek dalam axiology atau bagaimana ilmu akuntansi tersebut digunakan.
Dalam aspek epistemology ilmu akuntansi menjabarkan bagaimana langkah langkah
atau proses dalam pembuatan suatu laporan keuangan dan bagaimana suatu transaksi
saling mempengaruhi dalam suatu laporan keuangan. Dalam aspek ontology, ilmu
akuntansi menjelaskan apa isi atau hal yang di telaah dalam ilmu akuntansi tersebut.
Tinjauan filosofis diharapkan mampu melihat dan menghayati akuntansi secara
menyeluruh. Berikut beberapa aspek antara filsafat ilmu dan ilmu akuntansi yang
memiliki keterkaitan :
1. Aspek Ontology
Ontologi adalah reori dari cabang filsafat yang membahas tentang realitas.
Realitas ialah kenyataan yang selanjutnya menjurus pada suatu kebenaran. Bedanya
realitas dalam ontologi ini melahirkan pertanyaan-pertanyaan : apakah sesungguhnya
hakikat dari realitas yang ada ini; apakah realitas yang ada ini sesuatu realita materi
saja; adakah sesuatu di balik realita itu; apakah realita ini monoisme, dualisme, atau
pluralisme. Ontology membuat manusia berfikir kritis mengenai realitas yang ada.
Hal yang di telaah atau yang menjadi isi dari ilmu akuntansi sebagai salah satu
aspek ontology dalam ilmu akuntansi adalah prinsip akuntansi yang dikembangkan oleh
asumsi dasar bagi proses akuntansi, prinsip akuntansi yang di jadikan standar universal,
unsur dasar persamaan akuntansi dalam suatu laporan keuangan, dan jenis jenis laporan
keuangan yang umum.
7
Prinsip akuntansi yang berlaku umum dikembangkan oleh asumsi asumsi dasar
bagi proses akuntansi yaitu :
1) Asumsi satuan uang (monetary unit assumption), menyaktakan bahwa hanya
data transaksi yang dapat diungkapkan dalam satuan uang yang di masukan
kedalam catatan catatan akuntansi.
2) Asumsi entitas ekonomi (economic entity assumption), menyaktakan bahwa
aktivitas entitas dipisahkan dan dibedakan dari aktivitas aktivitas para
pemiliknya dan entitas entitas ekonomi lainnya.
2. Aspek Epistimology
Epistemologi adalah sebuah kajian yang mempelajari asal mula, atau sumber,
struktur dan metode pengetahuan. Epistemologi berusaha menjawab bagaimana proses
yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana
prosedurnya? Hal-hal apa yang harus di perhatikan agar kita mendapatkan pengetahuan
yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu sendiri? Apakah kriterianya? Cara atau
tehnik atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang
berupa ilmu?
Dalam aspek epistemology ilmu akuntasi menggunakan berbagai matode sesuai
kebutuhannya. Contohnya matode induktif digunakan pada saat pengambilan keputusan
dengan melihat laporan tersebut, pihak berwenang akan menyimpulkan langkah apa
yang akan di ambil. Matode positivisme digunakan ketika akan membuat sebuah
laporan keuangan harus menggunakan data yang ada atau yang telah di ketahui dengan
bukti yang akurat berupa nota, dll.
Hal hal mendasar dari seluruh proses akuntansi untuk mendapatkan hasil yang
benar adalah persamaan akuntansi dasar dimana : Aset = Kewajiban + Ekuitas.
3. Aspek Aksiologi
Aksiologi membahas tentang manfaat yang diperoleh manusia dari pengetahuan
yang didapatkannya. Aksiologi ilmu terdiri dari nilai-nilai yang bersifat normatif dalam
pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan.
Para akuntan dan auditor dapat menghindari dilema etika dengan memiliki
pemahaman yang baik tentang pengetahuan etika. Hal tersebut memungkinkan mereka
dapat membuat pilihan yang tepat. Mungkin hal itu tidak berdampak baik bagi
8
perusahaan tetapi dapat menguntungkan masyarakat yang bergantung pada akuntan atau
auditor. Aturan kode etik yang ada menjadi panutan bagi akuntan dan auditor untuk
mempertahankan standar etika dan memenuhi kewajiban mereka terhadap masyarakat
profesi dan organisasi yang mereka layani. Beberapa bagian kode yang disoroti adalah
integritas dan harus jujur dengan transaksi mereka, objektivitas dan kebebasan dari
konflik kepentingan, kebebasan auditor dalam penampilan dan kenyataan, penerimaan
kewajiban dan pengungkapan kerahasiaan informasi non luar, kompetensi serta
memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan pekerjaannya.
9
BAB IV
4.1 Kesimpulan
Fungsi filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam
memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan
untuk membangun teori ilmiah. Perkembangan ilmu akuntansi tidak terlepas dari
perkembangan ilmu filsafat, karena ilmu akuntansi merupakan cabang dari ilmu filsafat
itu sendiri, oleh karena itu keduanya saling mempengaruhi dan dipengaruhi.Ilmu
akuntansi digunakan sesuai dengan keperluan dalam suatu profesi tertentu sebagai aspek
dalam axiology atau bagaimana ilmu akuntansi tersebut digunakan. Dalam aspek
epistemology ilmu akuntansi menjabarkan bagaimana langkah langkah atau proses
dalam pembuatan suatu laporan keuangan dan bagaimana suatu transaksi saling
mempengaruhi dalam suatu laporan keuangan. Dalam aspek ontology, ilmu akuntansi
menjelaskan apa isi atau hal yang di telaah dalam ilmu akuntansi tersebut. Akuntansi
disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan
informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita
mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita
di dalam mengelola keuangan.
10
DAFTAR PUSTAKA
http://pejuangkita.blogspot.co.id/2010/10/ontologi-epistemologi-dan-aksiologi.html
(Diakses tanggal 29 Desember 2016)
http://knowledgeisfreee.blogspot.co.id/2015/12/makalah-hubungan-filsafat-denganilmu.
html (Diakses tanggal 29 Desember 2016)
http://www.academia.edu/9790913/Makalah_Filsafat_Ilmu_dan_Pemikiran_Akuntansi
(Diakes tanggal 30 Desember 2016)
https://josuavssitorus.wordpress.com/2016/01/04/etika-dalam-akuntansi-keuangan/
(Diakes tanggal 30 Desember 2016)
Abdullah,2007. Peran Filsafat Ilmu dalam Pengembangan Teori Akuntansi. Jurnal
Akuntansi, Manajemen Bisnis dan Sektor Publik Vol. 4, No.1
Suriasumantri S. Jujun, 2002. Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer. Penerbit:
Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
MAKALAH ISBD
Tema Budaya
“Fenomena Perokok Cilik”
Disusun Oleh :
ASHARI RAMADHAN
8335162973
2016
i
ABSTRAK
Manusia dan kebudayaan merupakan suatu ikatan yang tidak bisa
dipisahkan dalam kehidupan. Manusia menciptakan kebudayaan mereka
sendiri dan melestarikannya secara turun temurun. Kebudayaan terbentuk dari
berbagai unsure yang rumit termasuk sistem agama, politik, adat istiadat,
bahasa, pakaian, bangunan dan karya seni. Perwujudan kebudayaan adalah
benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya,
berupa prilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lainlain
yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam kehidupan
bermasyarakat. Keragaman kedbudayaan dihasilkan oleh sekelompok manusia
dalam wilayah yang berbeda-beda. Setiap masyarakat, bangsa, atau suku
memiliki kebudayaan sendiri yang berbeda dengan kebudayaan kelompok lain.
Kebudayaan yang dimiliki sekelompok manusia membentuk cirri tersendiri
untuk pemenuhan hidupnya.
Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi
kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Perubahan
kebudayaan dikarenakan kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh
kebudayaan kelompok-kelompok lain dengan adanya kontak antar masyarakat.
Dimasa sekarang ini banyak sekali perubahan kebudayaan dalam
masyarakat Indonesia yang mengarah ke bentuk yang negatif. Contohnya
adalah kebiasaan merokok yang semakin meluas dikalangan masyarakat. Jika
dulu hanya orang dewasa saja yang merokok bahkan sekarang anak-anak
sudah banyak yang merokok. Hal yang penting dalam pengendalian budaya
yang negatif adalah kontrol atau kendali terhadap prilaku yang ditampilkan oleh
sekelompok masyarakat.
Kata Kunci : Kebudayaan, masyarakat, perubahan budaya, budaya negatif
ii
DAFTAR ISI
ABSTRAK ........................................................................................................................ i
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang ............................................................................................................. 1
Rumusan Masalah ....................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
Keterkaitan antara Fenomena Perokok Cilik dengan Nilai, Moral, dan Hukum ........... 4
Keterkaitan antara Fenomena Perokok Cilik dengan Manusia dan Ipteks .................. 5
Keterkaitan antara Fenomena Perokok Cilik dengan Peradaban ............................... 6
Keterkaitan antara Fenomena Perokok Cilik dengan Lingkungan Hidup .................... 8
PENUTUP
Kesimpulan ................................................................................................................ 10
Saran ......................................................................................................................... 10
Daftar Pustaka .............................................................................................................. 12
Lampiran ....................................................................................................................... 13
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa
dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan YME ciptaan
yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan
melestarikanya secara turun temurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari
dan juga dari kegiatan-kegiatan yang sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha
Kuasa.
Manusia memiliki kehidupan yang sangat rumit, mereka tidak dapat
hidup sendiri, oleh karena itu mereka pasti memiliki hubungan dengan segala
sesuatu di dalam ruang lingkup hidupnya, baik itu hubungan dengan sang
pencipta, sesama manusia, lingkungan sekitarnya maupun dengan mahluk lain
di alam ini. Semua aspek relasi hidup tersebut haruslah terpenuhi secara
merata.
Tentunya manusia perlu beradaptasi dengan keadaan lingkungan hidup
di sekitarnya karena itu merupakan tahap awal pembelajaran untuk dapat
menjadi pribadi yang berkualitas. Dimulai dari pemahaman tentang norma dan
nilai yang berlaku sampai kepada ilmu pengetahuan yang luas.
Kebudayaan merupakan faktor penting dalam kehikdupan manusia.
Sebab kebudayaan memberikan arah kepada tindakan dan karya manusia.
Kebudayaan yang telah ada akan tetap berjalan meski kadang-kadang
wujudnya dapat berubah. Kebudayaan bukan hanya kesenian dan bendabenda
budaya, akan tetapi mencakup seluruh sendi kehidupan manusia untuk
menciptakan sebuah tatanan yang diharapkan.
Perubahan dirasakan oleh hampir semua manusia dalam masyarakat.
Perubahan dalam masyarakat tersebut wajar, mengingat manusia memiliki
kebutuhan yang tidak terbatas.Semua terjadi karena adanya salah satu atau
2
beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan
gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan
mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan
filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi sosial.
Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika
masyarakatnya. Contohnya adalah perubahan budaya merokok yang semakin
buruk. Dahulu merokok bagi anak-anak dan remaja adalah hal yang haram
namun sekarang seolah lingkungan sekitar abai oleh perbuatan tersebut.
Merokok sudah lumrah di berbagai lapisan masyarakat dan kegiatan
sosial di Indonesia. Di banyak ritual masyarakat, rokok tidak pernah absen.
Mulai dari upacara perkawinan, kehamilan tujuh bulan (mitoni), pemberian
nama bayi (selapanan) sampai dengan kematian, senantiasa tersedia rokok.
Berdasarkan data Survei Ekonomi Nasional tahun 2014 yang dilakukan
BPS, rata-rata pengeluaran masyarakat untuk konsumsi tembakau dan sirih
sebesar 11,4 persen dari total pengeluaran untuk makanan. Ironisnya,
pengeluaran untuk konsumsi rokok lebih tinggi dibandingkan untuk pendidikan,
terutama pada golongan masyarakat bawah (pengeluaran bulanan Rp 300.000-
Rp 750.000).
Baru-baru ini beredar berita foto yang memperlihatkan bocah cilik dalam
foto yang diunggah @Khanieyzjakh Q-Zut. Dalam foto tersebut nampak terlihat
tiga bocah yang diduga masih berusia dibawah umur, yakni berkisar antara 7-
12 tahun tengah menghisap rokok sambil berpose di depan kamera.
Pada kasus di atas, di mana anak-anak di bawah umur merokok adalah
tanggung jawab para orangtuanya atau orang dewasa di sekitarnya, dan
biasanya orang sekitar jadi yang paling patut disalahkan. Karena sejatinya pada
usia anak-anak tersebut mereka masih meniru perilaku dari orang terdekatnya,
termasuk meniru kebiasaan apa yang dilakukan orang tua dan lingkungan
sekitarnya.
3
Dampak rokok terhadap kesehatan anak-anak sama seperti orang
dewasa. Rokok bisa menyebabkan kanker paru-paru, gangguan jantung,
terhambatnya perkembangan anak, dan masih banyak lagi.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka masalah yang akan
diidentifikasi adalah :
a. Bagaimana keterkaitan antara fenomena perokok cilik dengan Nilai,
Moral, dan Hukum?
b. Baigaimana keterkaitan antara fenomena perokok cilik dengan Manusia
dan Ipteks?
c. Bagaimana keterkaitan antara fenomena perokok cilik dengan
Peradaban?
d. Bagaimana keterkaitan antara fenomena perokok cilik dengan
Lingkungan Hidup?
4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Keterkaitan antara Fenomena Perokok Cilik dengan Nilai, Moral, dan
Hukum
Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu berkaitan dengan nilai.
Menurut Bambang Dareso mengatakan bahwa nilai adalah suatu kualitas atau
penghargaan terhadap sesuatu yang menjadi dasar penent tingkah laku
seseorang. Moral merupakan kebiasaan berbuat baik sebagai lawan dari
kebiasaan berbuat buruk. Nilai moral adalah nilai atau hasil perbuatan yang
baik, sedangkan norma moral adalah norma yang berisi tentang cara
bagaimana berbuat baik. Disamping nilai dan mora ada kaidah yang mengatur
kehidupan manusia yaitu hukum, yang biasanya dibuat dengan sengaja dan
mempunyai sanksi yang jelas. Hukum dibuat dengan tujuan untuk mengatur
kehidupan masyarakat agar terjadi keserasian diantara warga masyarakat dan
sistem sosial yang dibangun oleh suatu masyarakat.
Kesadaran nilai dan moral masyarakat Indonesia masih kurang baik,
ketika orang dewasa atau orang tua dirumah merokok di depan anak-anak
sehingga memberikan teladan yang tidak baik. Malah akan kebiasaan tersebut
akan ditiru oleh anak-anak. Banyak orang dewasa yang tidak memikirkan
dampak berbahaya tersebut.
Salah satu contoh kasus yang belakangan merebak adalah tentang anak
yang merokok di usia dininya yaitu pada kasus kasus Aldi, bocah usia 2,5 tahun
asal Musi, Banyuasin, Sumatera Selatan yang pandai merokok.
(http://feed.merdeka.com/article/bocah-ini-gemparkan-dunia-karena-kebiasaanmerokok-
141126v.html)
Aldi hidup di lingkungan nelayan dan tinggal dengan ayahnya yang
seorang perokok. Terlebih, lingkungan tempat tinggalnya membanggakan
5
kemampuan Aldi dalam merokok. Meskipun masih balita, Aldi mampu
menghembuskan asap rokok membentuk lingkaran-lingkaran kecil di udara.
Karena mendapat perhatian dan pujian dari lingkungannya itu, Aldi
merasa bangga dan senang melakukan aksinya. Dia mendapat reward, jadi tiap
kali dia merokok dia mendapatkan perhatian lingkungan, itu yang membentuk
dia sebagai perokok.
Selain mencontoh perilaku orang di sekitarnya, anak juga akan terdorong
untuk merokok atas pengaruh iklan. Menurut kak Seto, iklan rokok yang bebas
tampil di Indonesia ini sangat efektif mengajak anak menjadi perokok pemula.
Pemerintah seharusnya memberikan hukuman yang tegas kepada produsen
yang tidak mematuhi syarat-syarat iklan rokok tersebut.
2.2 Keterkaitan antara Fenomena Perokok Cilik dengan Manusia dan Ipteks
Ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi suatu hal yang tidak dapat
dipisahkan dalam kehidupan manusia di era globalisasi ini. Dengan kemajuan
teknologi diharapkan dapat mempermudah aktivitas atau kinerja manusia,
pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan yang cukup
memadai agar tidak salah dalam penafsirannya. Kemajuan teknologi banyak
menimbulkan dampak positif dan negatif. Salah satu dari sekian banyak
dampak negatif adalah rokok. Manusia terkadang menciptakan sesuatu hanya
untuk keuntungan saja tanpa memikirkan dampak negatif. Rokok dari jaman
dulu hingga sekarang talah berkembang dimulai dari rokok kretek, kemudian
rokok filter, dan sekarang ini yang banyak digandrungi anak muda adalah rokok
mild. Para produsen rokok juga banyak melakukan inovasi dalam mengiklankan
rokok mereka. Dikesankan dalam iklan-iklan tersebut bahwa perokok adalah
sukses, keren dan jagoan.
Fenomena merokok di kalangan anak-anak bukan pemandangan asing
lagi. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyakit Tidak Menular Kementerian
Kesehatan, sebelum tahun 1995 prevalensi anak-anak terhadap rokok hanya
tujuh persen. Pada 2010 naik menjadi 19 persen. 54,1 persen orang di atas
usia 15 tahun merokok dan 43,3 persen dari jumlah keseluruhan perokok mulai
6
merokok pada rentang usia 14-19 tahun. Jumlah perokok usia remaja di
Indonesia terus meningkat. (https://iwanyuliyanto.co/2013/05/31/negara-tekorbanyak-
akibat-rokok-apa-solusinya/, 2016)
Merokok merupakan salah satu masalah yang sulit dipecahkan. Apalagi
sudah menjadi masalah nasional, dan bahkan internasional. Hal ini menjadi
sulit, karena berkaitan dengan banyak faktor yang saling memicu, sehingga
seolah- olah sudah menjadi lingkaran setan. Di tinjau dari segi kesehatan,
merokok harus dihentikan karena menyebabkan kanker dan penyumbatan
pembuluh darah yang mengakibatkan kematian, oleh karena itu merokok harus
dihentikan sebagai usaha pencegahan sedini mungkin. Terlebih diketahui
bahwa sebagian besar perokok adalah anak-anak dan remaja sehingga perlu
adanya pencegahan dini yang dimulai dari keluarga hingga pihak sekolah.
2.3 Keterkaitan antara Fenomena Perokok Cilik dengan Peradaban
Peradaban adalah bentuk budaya paling tinggi dari suatu kelompok
masyarakat yang dibedakan secara nyata dari makhluk lainnya. Peradaban
mencerminkan kualitas kehidupan manusia dalam masyarakat. Peradaban
berbeda dengan kebudayaan, kebudayaan peda hakikatnya adalah cipta, rasa,
dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kemampuan cipta
manusia menghasilkan ilmu pengetahuan. Hasil kebudayaan manusia inilah
yang menghasilkan peradaban. Peradaban merupakan tahapan dari evolusi
budaya yang telah berjalan bertahap dan berkesinambungan, memperlihatkan
kerekter yang khas pada tahap tersebut, yang dicirikan oleh kualitas tertentu
dari unsur budaya yang menonjol, meliputi tingkat ilmu pengetahuan, seni,
teknologi dan spritualitas yang tinggi. Kualitas peradaban dari masing-masing
bangsa memiliki keanekaragaman yang berbeda tergantung situasi dan kondisi,
serta kemajuan berfikir masing-masing bangsa itu sendiri. (Dwi Afrimetty
Timora, 2014)
Saat ini kegiatan merokok adalah kebutuhan bagi sebagian orang.
Kegiatan yang melibatkan tembakau pertama kali dilakukan oleh suku Maya,
Aztec dan Indian di benua yang sekarang kita kenal sebagai Amerika, sejak
7
lebih dari seribu tahun sebelum masehi. Tradisi membakar dan mengunyah
tembakau dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan simbol persaudaraan
ketika beberapa suku berkumpul. Dan setelah kedatangan Columbus ke
Amerika, tradisi merokok dengan membakar tembakau mulai dikenal di dataran
Eropa. Namun rupanya seoarang diplomat asal Perancis bernama Jean
Nicot lah yang memiliki andil paling besar dalam hal persebaran rokok di
seluruh eropa. Bahkan kandungan utama di dalam rokok yakni nikotin juga
diambil dari namanya (Nicot).
Sementara sejarah rokok di Indonesia, Tidak ada yang menyangkal
bahwa perkembangan rokok di Indonesia berawal dari cerita kretek dari kota
Kudus, Jawa Tengah.
Pada akhir abad ke-19, seorang pria bernama Haji Djamari ingin
membuat obat sakit asma dengan meracik cengkeh dan tembakau. Karena
setelah rajin menghisap ramuan cengkeh ini sakitnya reda, akhirnya “rokok
obat” ini menyebar cepat dengan cerita dari mulut ke mulut. Kemudian
Kebiasaan melinting rokok menjadi kegiatan kaum pria yang sangat populer.
Dan karena meningkatnya permintaan, akhirnya rokok pun dijual dengan
dibungkus klobot atau daun jagung kering dan karena ketika dihisap
menghasilkan bunyi “kretek-kretek” akhirnya rokok cengkeh kreasi Djamari
dinamakan rokok kretek. Model rokok jenis ini bertahan hingga Djamari
meninggal pada tahun 1890.
Sepuluh tahun kemudian industri rokok kretek dikerjakan dengan serius
dan profesional oleh Nitisemo dengan membuka pabrik rokok kretek pertama di
Kudus pada tahun 1906 yang diberi nama “Tjap Bal Tiga”. Demikianlah, hingga
saat ini rokok menjadi komoditas paling menjanjikan dan menyumbang
pemasukan yang sangat besar terhadap negara melalui pajaknya.
Lebih jauh daripada dampak kesehatan akibat konsumsi rokok, kini juga
diketahui bahwa konsumsi rokok memiliki beragam dampak non-kesehatan,
mulai dari dampak ekonomi untuk para perokok, dampak sosial, hingga dampak
8
lingkungan. Mundur ke belakang, produksi rokok juga memiliki dampak negatif
yang signifikan.
Berbagai dampak tersebut, bila benar-benar diperhatikan, akan
membawa kita kepada kesimpulan bahwa produksi dan konsumsi rokok itu
akan mengakibatkan rusaknya peradaban bangsa indonesia. Apalagi dengan
semakin banyaknya jumlah anak-anak yang menjadi perokok pemula. Merokok
pada anak dapat menghambat keoptimalan pertumbuhan yang sedang
dialaminya. Konsumsi rokok diketahui menurunkan 7 poin IQ secara rerata
(Weiser, 2010) dengan lebih dari 60 juta perokok di Indonesia, secara kolektif
bangsa ini kehilangan kecerdasan setara dengan 420 juta poin IQ. Tentu, ini
adalah masalah yang sangat serius untuk bangsa ini bila ingin memenangkan
kompetisi dan mampu berkolaborasi dengan bangsa-bangsa lain. Kita sebagai
bangsa Indonesia harus menyelamatkan anak-anak dari rokok sebab jika tidak
kemunduran peradaban bangsa Indonesia akan terjadi seiring munculnya
berbagai masalah baik kesehatan dan lain-lain yang ditimbulkan oleh rokok
terhadap generasi penerus bangsa.
(http://www.mongabay.co.id/2016/08/25/opini-keberlanjutan-sebagai-korbanmenimbang-
produksi-dan-konsumsi-rokok-dengan-kerangka-sdgs/)
2.4 Keterkaitan antara Fenomena Perokok Cilik dengan Lingkungan Hidup
Manusia secara ekologis adalah bagian dari lingkungan hidup.
Kelangsungan manusia tergantung dari keutuhan lingkungannya. Manusia
terbentuk oleh lingkungan dan manusia membentuk lingkungannya. Oleh sebab
itu, lingkungan hidup bukan hanya sebagai sumber daya yang dapat
dieksploitasi, melainkan sebagai tempat hidup yang mensyaratkan adanya
keserasian antara manusia dengan lingkungan hidupnya. (Dwi Afrimetty
Timora, 2014)
Masalah yang saat ini menjadi ancaman besar bagi lingkungan hidup
adalah rokok. Akibat yang ditimbulkan tidak seimbang dengan keuntungan dari
bisnis dan pajak yang diterima pemerintah. Dampak negatif tidak hanya
9
terhadap perokok tetapi juga orang-orang yang berada disekitarnya dan
lingkungan hidup.
Lingkungan sekitar tempat tinggal bocah perokok biasanya hanya
mampu menjadi penonton atau malah memberikan efek pemotivasi negatif
pada bocah dan keluarganya. Misalnya, mereka kerap memberikan semangat
atau mengajarkan cara-cara mengepulkan asap yang menghasilkan lingkaran.
Bahkan kerap mereka menantang bocah untuk merokok dengan gaya-gaya
tertentu. Kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan disinyalir menjadi
pemicu terhadap gaya hidup anak dan rokok . Keadaan ini membuat mereka
tidak peduli bahaya apalagi pembiasaan karakter yang tercipta.
Merokok pada anak-anak adalah tanggung jawab para orangtuanya atau
orang dewasa di sekitarnya, orang sekitar jadi yang paling patut disalahkan.
Karena sejatinya pada usia anak-anak tersebut mereka masih meniru perilaku
dari orang terdekatnya, termasuk meniru kebiasaan apa yang dilakukan orang
tua dan lingkungan sekitarnya.
10
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dewasa ini rokok memang sudah terlanjur merajalela dan tidak dapat
dihentikan penyebarannya, kita juga tidak dapat begitu saja lepas tangan
tentang bahaya yang disebabkan oleh rokok. Karena sudah jelas rokok banyak
sekali mempunyai sisi negatif dalam penggunaannya. Dan di dalam topik yang
dibahas ini tentunya kita juga tidak dapat menyangsingkan bahwa sudah
banyak anak dalam usia dini yang sudah mengkonsumsi rokok, untuk
pencegahannya sebaiknya diberikan pendidikan lebih akan bahaya-bahaya
mengkonsumsi rokok tersebut. Namun dari mana pendidikan merokok, miras
atau yang lainnya mereka dapatkan? Jawabannya dari lingkungan sekitarnya
ataupun dari teman sebayanya. Agar anak terhindar dari mengkonsumsi hal
yang seperti itu sebaiknya jauhkan anak dri lingkungan yang tidak baik tersebut,
jika masalah teman sebaiknya saat anak bermain, orang tua juga ikut
mendampinginya agar anak terhindar dari hal-hal semacam itu.
Selain itu sikap orang tua juga menjadi pemicu pembentukan karakter
seorang anak, jadi untuk orang tua sebaiknya lebih hati-hati dalam bersikap di
depan anaknya. Juga berikan pendidikan untuk si anak mana yang tidak boleh
dilakukan dan yang boleh dilakukan, dan mana tindakan yang jahat dan
tindakan baik. Hal tersebut agar anak mendapatkan karakter yang baik
sehingga di masa depannya kelak tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak baik
tersebut.
2.3 Saran
a. Saran untuk Orang Tua
Berikanlah teladan yang baik kepada anak-anak, jika orang tua
merokok diusahakan agar tidak merokok dirumah sehingga bisa ditiru
anak-anak. Ajarilah anak tentang nilai dan moral serta kepercayadirian
untuk perlingungan terbaik agar anak terhindar dari pengaruh buruk
11
teman sebayanya dan lingkungan sekitar. Sebagian besar anak tidak
bisa mempercayai bahwa perilakunya saat ini dapat mempengaruhi
kesehatan di masa depan. Untuk itu cobalah berbicara bahwa anak bisa
membelikan suatu barang yang lebih berarti dengan uangnya
dibandingkan membeli barang yang bisa membuatnya sesak napas, bau
mulut dan gigi kuning.
b. Saran untuk Podusen Rokok
Taatilah peraturan pemerintah salah satunya agar tidak
menayangkan iklan rokok dibawah jam 10 malam karena iklan tersebut
bisa sasja dilihat oleh anak-anak. Iklan rokok harus diatas jam 10 malam.
c. Saran untuk Sekolah
Bimbingan Konseling Aktif dalam tugas mengawasi anak-anak
dengan rutin agar terhindar dari hal hal negative seperti merokok.
Sekolah harus memberikan pengetahuan yang mudah dipahami oleh
anak-anak tentang kebiasaan buruk merokok. Guru harus menanamkan
nilai moral bagi anak-anak di lingkungan sekolah.
d. Saran untuk Pemerintah
Pemerintah juga berperan penting dalam menerapkan hukum bagi
para produsen rokok agar rokok tidak dijual untuk anak-anak, sanksi bagi
produsen rokok yang menayangkan iklannya dibawah jam 10 malam
sehingga bisa dilihat anak-anak serta memberikan hukuman yang tegas
kepada masyarakat yang masih merokok di tempat umum. Pemerintah
harus sering mengadakan sosialisasi tentang bahaya merokok.
12
DAFTAR PUSTAKA
Dwi Afriemetty Timoera, dkk. 2014. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: UPT
MKU UNJ.
http://feed.merdeka.com/article/bocah-ini-gemparkan-dunia-karena-kebiasaanmerokok-
141126v.html
(Diakses 18 Desember 2016)
https://iwanyuliyanto.co/2013/05/31/negara-tekor-banyak-akibat-rokok-apasolusinya/
(Diakses 18 Desember 2016)
https://sains.me/2013/01/16/sejarah-rokok/
(Diakses 22 Desember 2016)
http://www.mongabay.co.id/2016/08/25/opini-keberlanjutan-sebagai-korbanmenimbang-
produksi-dan-konsumsi-rokok-dengan-kerangka-sdgs/
(diakses 23 Desember 2016)
http://www.kompasiana.com/sitimugirahayu/bocah-perokok-bisa-melahirkanpremanisme-
baru_550ef66c813311c62cbc64d1
(Diakses 23 Desember 2016)
13
LAMPIRAN
Lampiran ke-1 : Bocah ini gemparkan dunia dengan kebiasaan merokok
Lampiran ke-2 : Bocah ini merokok sambil berpose didepan kamera
14
Lampiran 1 :
Bocah Ini Merokok sejak Umur 14 Bulan
7
Shares
KOMPAS.com — Kasus perokok usia dini kembali muncul. Kali ini warga
Dusun III, Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota
Prabumulih, Palembang.
Bocah berumur 20 bulan itu bernama Reno Ardiansyah. Reno sudah merokok
sejak umur 14 bulan. Menurut kedua orangtuanya, Deli Kusnadi (34) dan Tika
Nurhasanah (34), kebiasaan buruk anaknya itu baru diketahui sejak enam
bulan terakhir.
Tidak diketahui pasti siapa yang membuat anak mereka itu menjadi pencandu
rokok. Yang pasti, keduanya kini kewalahan memenuhi permintaan anaknya itu.
"Jika tidak diberikan rokok, dia menangis.
Bahkan, puntung rokok yang ada di sekitar rumah juga diisap," kata Deli saat
ditemui dikediamannya, Selasa (21/9/2010).
Pantauan Sripo, bocah setinggi kurang dari 50 sentimeter itu sepintas mirip
bocah pada umumnya. Ia bermain dan berlari ke sana kemari bersama teman
seumurannya. Saat melihat puntung rokok di jalan, Reno berpaling dan
memungutnya. Puntung tersebut diangkat dan diperhatikannya sejenak. Karena
sudah tidak bisa diisap lagi, Reno lalu membuangnya dan bermain kembali.
Saat sang ayah diwawancarai, seperti bocah kebanyakan, Reno bermanjamanja
di pangkuan ayahnya. Saat Deli membakar rokok, kesigapan Reno
berubah. Matanya dengan tajam memandangi aksi ayahnya membakar rokok.
Setelah asap keluar dari mulut Deli, kebiasaan buruknya muncul. Ia lalu
merengek kepada ayahnya agar memberikan rokok itu kepadanya.
Tangisan pun pecah. Seperti bocah kebanyakan, Reno menangis sambil
merajuk. Kaki dan tangannya diikutsertakan dalam mendukung aksinya itu.
Karena tidak tega, Deli akhirnya memberikan rokok di tangannya. Dengan hatihati,
Reno mengambil rokok di antara jari ayahnya itu. Dengan mata masih
tertuju pada rokok, Reno lalu mengisapnya, lalu mengeluarkan asap dari mulut.
15
Awal mula kebiasaan buruk bocah itu terungkap saat Reno tengah asyik
mengisap dan menjilati busa (filter) puntung rokok. Puntung itu dipungut Reno
dari asbak yang ada di meja rumah.
Ayahnya sempat mencegah. Namun, penemuan itu ternyata menjadi
pengungkap kebiasaan buruk anaknya. Anak bungsunya tanpa takut-takut
mengisap rokok. Kebiasaan itu menjadi-jadi hingga ia kecanduan. "Apalagi saat
aku merokok, pasti rokok itu disambarnya," ujarnya.
Jika tidak diberi, bocah laki-laki itu langsung menangis sejadi- jadinya. Tidak
hanya itu, jika diberi uang, Reno membelanjakannya untuk membeli rokok.
Untungnya, Reno belum mampu membakar sendiri rokok. Ia masih minta
bantuan keluarga untuk menghidupkannya. Seperti biasa, jika permintaannya
ditolak, aksi menangis menjadi senjata yang paling ampuh. "Kami kewalahan,"
ujarnya.
Saat Deli tidak berada di rumah, Reno setia menunggu dan menahan hasrat
merokoknya. Kala pulang dari kebun sehabis mengambil karet, Reno langsung
menodong rokok darinya.
Deli mengaku ngeri melihat kebiasaan buruk anaknya itu. Niatnya membawa si
bungsu berobat juga tidak kesampaian. Tidak ada biaya menjadi kendala utama
hingga kini Reno terus merokok. "Kato uwong biayanya mahal," ujarnya.
Lampiran 2 :
Ngeri! Bocah Cilik Ini Merokok Sambil Berpose di Depan Kamera
Jumat, 6 Maret 2015 11:05
16
Istimewa
Anak-anak merokok.
TRIBUNJBAR.CO.ID – Sungguh memprihatinkan tingkah laku anak-anak
dibawah umur di zaman sekarang ini, sempat dihebohkan dengan kasus bocah
merokok pada tahun 2012 lalu yakni Ilham Hadi (10), bocah tersebut sejak
berusia 4 tahun sudah mulai terbiasa dan kenal dengan lingkungan
keluarganya yang terbilang perokok aktif. Dampak buruknya alhasil ia pun
mengikuti kebiasaan dari anggota keluarganya tersebut.
Selain Ilham, kasus lain yang pernah terangkat ke permukaan adalah kasus
Aldi (2,5), warga Desa Telukkemang, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi
Sumatera Selatan, dan Sandi (4) dari Malang, Jawa Timur. Aldi yang anak
tukang sayur ini mulai merokok sejak berumur 11 bulan dan dalam sehari ia
bisa menghabiskan empat bungkus rokok, demikian juga dengan Sandi.
Dampak rokok terhadap kesehatan anak-anak sama seperti orang dewasa.
Rokok bisa menyebabkan kanker paru-paru, gangguan jantung, terhambatnya
perkembangan anak, dan masih banyak lagi.
Baru-baru ini beredar berita foto yang memperlihatkan bocah cilik dalam foto
yang diunggah @Khanieyzjakh Q-Zut. Dalam foto tersebut nampak terlihat tiga
bocah yang diduga masih berusia dibawah umur, yakni berkisar antara 7-12
tahun tengah menghisap rokok sambil berpose di depan kamera.
Pada kasus di atas, di mana anak-anak di bawah umur merokok adalah
tanggung jawab para orangtuanya atau orang dewasa di sekitarnya, dan bias
jadi yang paling patut disalahkan. Karena sejatinya pada usia anak-anak
tersebut mereka masih meniru perilaku dari orang terdekatnya, termasuk
meniru kebiasaan apa yang dilakukan orang tua dan lingkungan sekitarnya.
(abs)
Penulis: abs
Editor: dia
Sumber: Tribun Jabar
NAMA : ASHARI RAMADHAN
NO REG : 8335162973
S1 – AKUNTANSI (AP) 2016
TUGAS UMKM
ANALISIS KASUS ENRON
Data / Indentitas Film
Judul Film : ENRON TIMELINE https://www.youtube.com/watch?v=ketwlV2hNtE
Mengenai : Praktek Kecurangan Laporan Keuangan yang dilakukan ENRON
Pendiri Enron : Kenneth Lay
Didirikan : Omaha, Nebraska, 1985
Kantor Pusat : Houston, Texas, AS
Pendahuluan
Pada Tahun 1985 bulan juli Houston Natural Gas melakukan merger dengan Perusahaan
InterNorth untuk menjadikan perusahaan bernama Enron, setahun kemudian Kenneth Lay
menjadi CEO nya. Enron memulai bisnis komoditas gas alam pada tahun 1989.
Pembahasan
Tahun 1997 - Fastow (CFO Enron) memulai langkah awal kecurangan untuk
menyembunyikan hutang dan menaikan nilai keuntungan enron.
Tahun 2000 - nilai saham enron mencapai harga puncaknya senilai $90, Enron
Mengklaim keuntungan sebesar $101 milyar dan menjadi perusahaan energi terbesar keenam
di dunia.
Kejatuhan Enron :
Tahun 2001 – terjadi $1,2 milyar penurunan ekuitas shareholder. Enron mengumumkan
kerugian $638 juta dalam laporan keuangan triwulannya. Terbongkarnya nilai utang sebesar
$690 juta lalu saham enron turun sangat tajam menjadi hanya $1 per lembar. Kemudian enron
menjadi bangkrut, ribuan pekerja enron kehilangan pekerjaannya karena kebangkrutan enron.
Tahun 2002 – Departemen Hukum memulai investigasi tindakan pidana pada enron.
KAP Arthur Andersen sebagai kantor akuntan enron menghilangkan dan merusak semua file
enron.
1. J Clifford Baxter
Lahir : September 27, 1958, Amityville, New York, United States
Pendidikan : New York University, Columbia University
wakil presiden enron ditemukan meninggal bunuh diri di mobilnya
dengan surat kepada istri dan anak anaknya.
2. Andrew Fastow
Lahir : December 22, 1961 (age 54), Washington, D.C.
Pendidikan : New Providence High School, Northwestern University,
Tufts University, Kellogg School of Management
CFO enron divonis bersalah dengan hukuman 6 tahun penjara.
3. Jeffrey Skilling
Lahir : November 25, 1953 (age 63), Pittsburgh, Pennsylvania,Us
Pendidikan : Harvard University (1979)
CEO Enron divonis bersalah dengan hukuman 24 tahun penjara.
4. Kenneth Lay
Lahir : April 15, 1942, Tyrone, Missouri, United States
Pendidikan : University of Houston, David H. Hickman High School
,University of Missouri
Pendiri sekaligus presiden enron meninggal dunia tiga bulan sebelum
pengadilan atas dirinya.
5. KAP Arthur Andersen
Didirikan : 1913
Kantor : Chicago, Illinois, Amerika Serikat
Kantor Akuntan Arthur Andersen didakwa melawan hukum
karena menghancurkan dokumen dokumen yang berkaitan dengan pengauditan enron, dan
menutup-nutupi kerugian jutaan dollar atas kasus enron. Hasil keputusan hukum secara efektif
menyebabkan kebangkrutan global dari bisnis Arthur Andersen. Kantor-kantor koleganya di
seluruh dunia yang berada di bawah bendera Arthur Andersen seluruhnya dijual dan
kebanyakan menjadi anggota kantor akuntan internasional lainnya. Bankrutnya KAP Arthur
Andersen meninggalkan hanya empat kantor akuntan internasional di seluruh dunia.
Keterkaitan kasus enron dengan kode etik
Enron dan kantor akuntan publiknya telah melakukan pelanggaran kode etik
professional karena telah melakukan kecurangan dengan memanipulasi laporan keuangan
sehingga merugikan berbagai pihak baik pihak eksternal maupun pihak internal. Enron telah
melanggar etika dalam bisnis karena telah menutup- nutupi jumlah hutang sehingga menaikan
nilai keuntungan perusahaan dengan tujuan menaikan harga saham yang akan menarik minat
para investor. Arthur Andersen sebagai salah satu dari lima kantor akuntan terbesar di dunia
dengan sangat memalukan melanggar kode etik auditor. Arthur Andersen tidak independen
dalam melakukan auditnya dengan melakukan manipulasi laporan keuangan dan merusak
bukti-bukti terkait laporan audit enron.
Penutup
Pihak enron dan KAP Arthur Andersen telah merugikan berbagai pihak yang
berkepentingan terhadap kasus mereka. Para pekerja enron banyak yang dipecat, pemegang
saham banyak yang rugi, para pensiunan telah kehilangan uang jaminan pension mereka, dan
bursa saham menjadi lesu karena para investor merasa trauma atas kejadian tersebut serta
para kreditur enron mengalami goncangan keuangan karena bangkrutnya enron. Sebagai
prinsip KAP yang independen dan professional tidak dijalankan oleh Arthur Andersen
menyebabkan kurang percayanya masyarakat dan banyak pekerja KAP tersebut kehilangan
pekerjaan dan kesulitan dalam mencari pekerjaan lainnya. Pemerintah sebagai regulator dan
ikatan akuntansi seharusnya menjadikan kasus enron sebagai pelajaran dan menerapkan
peraturan-peraturan yang baru dan efektif untuk mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan
yang merugikan banyak pihak di kemudian hari.

Senin, 07 November 2016



UTS UMKM
Ashari Ramadhan
8335162973
UNJ
S1 akuntansi alih program 2016

1.   Jelaskan Definisi dan Kriteria UMKM berdasarkan para pakar (paling sedikit 3 pakar)!
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008: UMKM memiliki kriteria sebagai berikut :
1. Usaha Mikro, yaitu usaha produktif milik`orang perorangan atau badan usaha milik perorangan yang memenuhi kriteria yakni :
  • Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
  • Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 3000.000.000 (tiga ratus juta rupiah)

2.  Usaha Kecil, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria yakni :
  • Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).
3. Usaha Menengah, yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar yang memenuhi kriteria :
  • Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta`rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  • Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).
Kriteria UMKM :
No.
URAIAN
KRITERIA
ASSET
OMZET
1
USAHA MIKRO
Maks. 50 Juta
Maks. 300 Juta
2
USAHA KECIL
> 50 Juta – 500 Juta
> 300 Juta – 2,5 Miliar
3
USAHA MENENGAH
> 500 Juta – 10 Miliar
> 2,5 Miliar – 50 Miliar

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UMKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 orang samapai dengan 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 20 orang sampai dengan 99 orang.
Menurut Kementrian Keuangan Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK 016/1994 tanggal 27 Juni 1994 bahwa Usaha Kecil sebagai perorangan/badan usaha yang telah melakukan kegiatan /usaha yang mempunyai penjualan/omset per tahun setinggi-tingginya
Rp. 600.000.000 atau asset (aktiva ) setinggi-tingginya Rp.600.000.000 (diluar tanah dan bangunan yang ditempati ). Contohnya Firma, CV, PT, dan Koperasi yakni dalam bentuk badan usaha. Sedangkan contoh dalam bentuk perorangan antara lain pengrajin industri rumah tangga, peternak, nelayan, pedagang barang dan jasa dan yang lainnya.

2.   Apa motivasi yang dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan? Jelaskan Bagaimana Mindset Wirausahawan terbentuk dan bagaimana cara membentuk mindset wirausahawan tersebut pada diri kita?

Motivasi yang dibutuhkan :
1.      Niat
Dengan niat yang kuat, jelas kita akansiap bekerja keras. Buah dari niat yang sungguh-sungguh adalah semangat, kemauan dan kerja keras.Untuk itu pastikan niat kita benar-benar yakin saya mau jadi pengusaha.
2.      Keberanian & Fokus
Keberuntungan berpihak kepada mereka yang berani, apalagi ketika kita masuk kedalam dunia bisnis yang penuh persaingan. Cobalah belajar dari pengalaman pengalaman pebisnis lain bagaimana cara mereka untuk menghadapi tantangan sehingga bias sukses.
Kemudian yang harus dimiliki adalah focus. Focuslah pada apa yang kita kerjakan jangan mudah goyah ketika ada sesuatu yang tidak mendukung kita. Jangan pedulikan sindiran- sindiran dari lingkungan sekitar dan teruslah berkarya. Kita hidup bukan hanya untuk menang di hari ini tapi juga untuk menang dimasa depan. Bila kita tidak focus kita akan salah dalam mengambil tindakan.
3.      Tidak Takut Gagal
Sebagai seorang yang akan menjadi wirausahawan kita tidak boleh takut gagal. Orang yang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba. Cobalah walaupun akan gagal seribu kali, karena bahkan kita justru akan belajar dari kegagalan tersebut untuk mendapatkan sukses yang luar biasa tidak disangka.
4.      Sadar akan Tuhan dan hormati ibu bapak.
Kita semua tahu bahwa ridho orang tua adalah ridho Tuhan, sayangilah kedua orang tua kita ketika kita ingin melakukan sesuatu. Mintalah doa kepada mereka dengan setulus hati. Kalau mau sukses sadarilah kehidupan tuhan dalam hidup kita, berdoalah supaya tuhan melimpahkan kemudahan dan supaya kita dapat membahagiakan orang lain lewat bisnis kita.
Bagaimana Mindset Wirausahawan Terbentuk :
-          Membentuk pola piker yang baik karena pola piikir yang baik akan membantu harapan menjadi kenyataan, carilah keyakinan yang paling mendukung sukses kita dan periksalah apakah keyakinan atau motivasi tersebut selaras dengan keterampilan yang kita miliki.
Bagaimana membangun mindset wirausahawan pada diri kita:
1.      Ambil hanya informasi terbaik dan positif
Cobalah untuk mencari informasi terbaik dan positif di bidang kita. Kemudian focus dan pelajari informasi ini. Cari informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita, dapat dilakukan dengan memanfaatkan internet. Selektif untuk menerima semua informasi yang hadir
2.      Cari tokoh panutan terbaik
Carilah orang-orang yang terbaik di bidang yang kita geluti dan cobalah menjadikan mereka sebagai panutan. Berusahalah megadopsi cara berfikir dan cara bertindak mereka. Cara paling mudah adalah membaca biografi orang-orang yang menjadi panutan kita
3.      Jangan peduli ejekan orang lain
Kita harus menyeleksi orang-orang yang mungkin membatasi keyakinan kita terhadap kesuksesan dan membawa pengaruh buruk terhadap mindset kesuksesat kita, sebisa mungkin kita hindari mereka karena akan menjatuhkan mental pebisnis kita.
4.      Visi dan tujuan
Sebuah pendekatan proaktif untuk membangun pola piker kita untuk melihat dengan jelas dimana dan kemana kita akan melangkah. sebagai pedoman dan pegangan agar kita tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan.
3.   Bagaimana cara menumbuhkan keterampilan berfikir kreatif yang menjadi modal utama enterpreuner? Apa saja metode berfikir kreatif yang biasa dilakukan para wirausahawan sehingga dapat melahirkan produk produk inovatif? Berikan contoh orisinil anda.
Menumbuhkan keterampilan berfikir kreatif yang menjadi modal utama enterpreuner :
Menurut analisis Guilford,  ada lima faktor sifat yang menjadi ciri kemampuan berpikir kreatif :
  1. fluency (kelancaran), adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan,
  2. fleksibility (keluwesan), adalah kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah,
  3. originality (keaslian), adalah kemampuan untuk mencetus  gagasan dengan cara asli dan tidak klise,
  4. elaboration (penguraian), adalah kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara lebih rinci,
  5. redefinition (Perumusan kembali), adalah kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan  apa yang sudah diketahui oleh orang banyak,
Sedangkan manusia yang memiliki pemikiran kreatif, menurut A. Roe (Kao, 1989), memilki ciri-ciri sebagai berikut :
  • melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa,
  • keingintahuan,
  • menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan,
  • percaya pada diri sendiri,
  • tekun,
  • dapat menerima perbedaan,
  • keterbukaan pada pengalaman,
  • independen dalam pertimbangan, pemikiran, dan tindakan,
  • membutuhkan dan menerima otonomi,
  • tidak hanya tunduk pada standar dan pengawasan kelompok, dan
  • Mau mengambil resiko yang telah diperhitungkan.
Apa saja metode berfikir kreatif yang biasa dilakukan para wirausahawan :
Perbedaan Inovasi dan Kreatif
  • Kreativitas adalah naluri sejak lahir
  • inovasi dapat muncul ketika diasah dan dikembangkan terus menerus 
  • Kreativitas adalah proses timbulnya ide-ide baru, sedangkan inovasi adalah melakukan/mengimplementasikan ide yang terdapat dalam kreativitas. 
  • Inovasi menjadikan ide tersebut mendapat nilai komersil. 
1.      Persiapan (Preparation)
Persiapan menyangkut kesiapan untuk berfikir kreatif, dilakukan dalam bentuk formal, pengalaman, magang dan pengalaman belajar lainnya. Zimmerer mengemukakan tujuh langkah untuk memperbaiki pikiran kita agar dapat berpikir kreatif yaitu :
1.      Hindari sikap untuk tidak belajar. Dalam setiap situasi selalu ada peluang untuk dapat dipelajari.
2.       Belajar banyak. Jangan hanya mempelajari keahlian yang kita miliki karena bidang lain tidak menutup kemungkinan untuk bisa dijadikan sebagai peluang inovasi.
3.       Diskusikan ide-ide kita dengan orang lain.
4.      Himpun artikel-artikel yang penting.
5.      Temui profesional atau asosiasi dagang dan pelajari cara mereka memecahkan                                         persoalan.
6.      Gunakan waktu untuk belajar sesuatu dari orang lain.
7.       Kembangkan keterampilan menyimak gagasan orang lain
2.Penyelidikan (Investigation)
Dalam penyelidikan diperlukan individu yang dapat mengembangkan pemahaman mendalam tentang masalah atau keputusan.Untuk menciptakan konsep dan ide-ide baru tentang suatu bidang, seseorang pertam-tama harus mempelajari masalah dan memahami komponen-komponen dasarnya.
3. Transformasi (Transformation)
Tahap tranformasi menyangkut persamaan dan perbedaan pandangan di antara informasi yang terkumpul.Transformasi adalah mengidentifikasi persamaan dan perbedaan yang ada tentang infomasi yang terkumpul.Dalam tahap ini diperlukan dua tipe berpikir, yaitu berpikir konvergen dan divergen.Berpikir konvergen adalah kemampuan untuk melihat persamaan dan hubungan diantara beragam data dan kejadian.Sedangkan berpikir divergen adalah kemampuan melihat perbedaan antara data dan kejadian yang beraneka ragam.
4. Penetasan (Incubation)
Penetasan merupakan penyiapan pikiran bawah sadar untuk merenungkan informasi yang terkumpul.Pikiran bawah sadar memerlukan waktu untuk merefleksikan informasi.
5. Penerangan (Illumination)
Penerangan akan muncul pada tahap penetasan, yaitu ketika terdapat pemecahan spontan yang menyebabkan adanya titik terang. Pada tahap ini, semua tahap sebelumnya muncul secara bersama dan menghasilkan ide-ide kreatif serta inovatif.
6. Pengujian (Verification)
Pengujian menyangkut validasi keakuratan manfaat ide-ide yang muncul yang dapat dilakukan pada masa percobaan, proses simulasi, tes pemasaran, pembangunan proyek percobaan, pembangunan prototipe dan aktifitas lain yang dirancang untuk membuktikan ide-ide baru yang akan diimplementasikan.
7. Implementasi (Implementation)
Implementasi adalah transformasi ide ke dalam praktik bisnis. Zimmerer mengemukakan beberapa kaidah atau kebiasaan kewirausahaan yaitu :
1.      Create, innovate, and activate yaitu ciptakan, temukan dan aktifkan. Wirausaha selalu memimpikan ide-ide baru dan bertanya “apa mungkin” atau “mengapa tidak” dan menggunakan inovasinya dalam kegiatan praktis.
2.      Always be on the look out for the new opportunities, yaitu selalu mencari peluang baru. Wirausaha harus selalu usaha mencari peluang atau menemukan cara baru untuk menciptakan peluang.
3.       Keep it simple, yaitu berpikir sederhana. Wirausaha selalu mengharapkan umpan balik dengan mungkin dan berusaha dengan cara yang tidak rumit.
4.      Try it, fix it, do it, yaitu selalu mencoba, memperbaiki dan melakukannya. Wirausaha berorientasi pada tindakan. Bila ada ide, wirausaha akan segera mengerjakannya.
5.      Shoot for the top, yaitu selalu mengejar yang terbaik, terunggul, dan ingin cepat mencapai sasaran. Wirausaha tidak pernah segan, mereka selalu bermimpi besar. Meskipun tidak selalu benar, mimpi besar adalah sumber penting untuk inovasi dan visi.
6.       Don’t be ashamed to start small, yaitu jangan malu untuk memulai dari hal-hal yang kecil. Banyak perusahaan besar yang berhasil karena dimulai dari usaha kecil.
7.      Don’t fear failure : learn form it, yaitu jangan takut gagal, belajarlah dari kegagalan. Wirausaha harus tahu bahwa inovasi terbesar berasal dari kegagalan.
8.      Never give up, yaitu tidak pernah menyerah atau berhenti karena wirausaha bukan orang yang mudah menyerah.
9.      Go for it, yaitu berusaha untuk terus mengejar apa yang diinginkan. Orang yang pantang menyerah selalu mengejar apa yang belum dicapainya.
Dalam menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan ekonomi global, menurut Zimmerer (1996: 53), kreativitas tidak hanya penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif, akan tetapi juga sangat penting bagi kelangsungan  perusahaan .zurvive). Artinya, dalam menghadapi tantangan global, diperlukan sumber daya manusia kreatif dan inovatif atau berjiwa kewirausahaan.Wirausahalah yang bisa menciptakan nilai tambah dan keunggulan. Nilai tambah tersebut diciptakan melalui kreativitas dan inovasi, atau  "thinking new thing and doing new thing or create the new and different.
Contoh Inovasi  produk orisinil saya: Membuat Vas bunga dan bunga serta batang dan daun dari produk daur ulang botol bekas dan sedotan.
Tempat bunga = botol air mineral bekas atau botol bekas isi ulang semprotan nyamuk (bentuknya lebih kokoh)
Bunga dan daun = sedotan minuman
Bentuklah botol menjadi vas bunga dengan menggunting seperti bentuk yang kreatif, lalu buatlah bentuk daun dan bunga dengan berbagai warna sedotan pilihan. Bentuk vas dan bunga serta daun dapat dikombinasikan dan dibuat sekreatif mungkin tergantung kemampuan sang pembuat. Belajarlah dari internet atau mungkin orang yang dikenal.Pasarkan lah dahulu kepada tetangga dan lingkungan sekitar dan lihatlah respon mereka, buatlah bentuk bunga dan daun yang beraneka ragam.Produk ini inovatif dan jarang ada yang buat sehingga menimbulkan rasa penasaran konsumen.
4.   Jelaskan pengembangan UMKM di Indonesia dengan data yang dapat anda peroleh dari internet dan fakta yang ada dilingkungan Anda!

Kontribusi UMKM Naik

Sumber : Kompas
JAKARTA, KOMPAS — Kontribusi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah terhadap produk domestik bruto meningkat dari 57,84 persen menjadi 60,34 persen dalam lima tahun terakhir. Serapan tenaga kerja pada sektor ini juga meningkat, dari 96,99 persen menjadi 97,22 persen pada periode yang sama.
Meskipun indikator kontribusi terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB) dan serapan tenaga kerja naik, akses sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke rantai pasok produksi global sangat minim. Kontribusi UMKM di Indonesia terhadap rantai pasok global hanya 0,8 persen.
Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran Bandung Ina Primiana menyatakan, sebagian besar pelaku UMKM tidak memiliki informasi dan akses ke pasar global."Di dalam negeri, pertumbuhan sektor ini tidak sejalan dengan pertumbuhan usaha besar.Ini menunjukkan pengembangan usaha besar tidak melibatkan kontribusi UMKM," kata Ina dalam diskusi Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta, Kamis (28/1).
Ina menjadi pembicara bersama Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang UMKM, Koperasi, dan Industri Kreatif Sandiaga Uno serta Direktur Usaha Kecil dan Menengah Bank DBS Indonesia Steffano Ridwan.
Di ASEAN, kontribusi UMKM Indonesia terhadap rantai pasok produksi global hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Brunei, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Kontribusi tertinggi sektor UMKM terhadap rantai pasok produksi global mencapai 2,7 persen. Padahal, ASEAN berkontribusi 9,3 persen terhadap rantai pasok produksi global pada periode 2009-2013.
Kontribusi sektor UMKM terhadap ekspor Indonesia tahun 2015 hanya 15,8 persen, jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara sekawasan di Asia Tenggara. Kontribusi sektor UMKM Thailand terhadap ekspor 29,5 persen dan Filipina 20 persen. Di tingkat global, kontribusi sektor UMKM Jerman terhadap ekspor mencapai 55,9 persen dan Jepang sekitar 53,8 persen.
Sandiaga mengatakan, pemerintah perlu mendesain sektor formal agar bisa menyerap tenaga kerja lebih optimal."Banyak pelaku UMKM yang masuk ke sana secara tidak terencana karena tidak terserap di sektor formal.Pemerintah harus menyiapkan UMKM agar makin berdaya saing," kata Sandiaga.
Steffano menyatakan, UMKM di Indonesia akan tetap tumbuh selama populasi Indonesia tetap tumbuh. "Sebagian UMKM ada di sektor barang konsumer.Selama populasi tetap tumbuh, sektor ini akan tetap menjanjikan," kata Steffano.

Skema KUR
Otoritas Jasa Keuangan menyiapkan skema untuk memperluas lembaga keuangan yang menjadi penyalur dana kredit usaha rakyat (KUR). Lembaga penyalur kredit yang minim dinilai sebagai salah satu penyebab serapan KUR tahun sebelumnya terbatas. Oleh karena itu, selain bank, lembaga keuangan nonbank juga akan dilibatkan sebagai penyalur KUR.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad menyatakan menerima perintah Presiden untuk menambah jumlah lembaga keuangan yang bisa menyalurkan KUR. Pemerintah menginginkan penyerapan dana KUR yang disalurkan semakin besar.
"Dengan demikian, program ini dapat berjalan dan dirasakan manfaatnya untuk masyarakat yang membutuhkan," kata Muliaman Hadad, setelah rapat terbatas, Kamis (28/1), di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Di lingkungan sekitar : sudah banyak usaha UMKM seperti usaha eskrim, sosis bakar, kripik singkong, laundry, fried chicken, martabak dengan tempat jualan yang lebih menarik dan produk yang beraneka ragam dan inovatif.
5.   Jelaskan tahapan dalam membuat usaha mikro kecil menengah yang ideal!
Secara umum terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam mendirikan usaha UMKM, Yaitu:
1.      Aspek manajemen Usaha
2.      Aspek Operasional
3.      Aspek Pemasaran
4.      Aspek Keuangan
5.      Promosi
6.      Segmentasi Produk
7.      Visi Misi Pengeolaan Usaha
8.      Analisis Swot
1. Aspek Manajemen Usaha
                        Dalam suatu kegiatan badan usaha haruslah ada manajemen yang mengatur atau menata badan usaha tersebut. Seperti misalnya memiliki beberapa orang karyawan yang telah diberikan tanggung jawab masing-masing tugasnya.
2. Aspek Operasional
                        Kita harus memahai bagaimana cara membuat produk yang akan dijadikan usaha, agar produk tersebut memiliki nilai jual yang diterima dipasaran. Menyediakan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan usaha yang dilakukan, serta merincikan manajemen resiko yangakan terjadi.
3. Aspek Pemasaran
                        Target pasar merupakan kunci utama yang harus diperhatikan, disini kita mengamati bahwa produk kegiatan usaha diminati oleh kalangan yang seperti apa. Baik kalangan bawah, menengah, dan atas. Dan juga mulai dari anak- anak sampai orang dewasa.
                        Konsep Pemasaran yaitu melakukan pengamatan secara langsung kepada para pesaing usaha, misalnya menentukan cirri khas atau keunikan produk yang dihasilkan.
                        Kualitas produk dan penetapan harga yaitu membuat produk memiliki kualitas standar, misalnya produk makanan ringan ini mengandung vitamin A-Z dan sesuaikan harga dengan produk yang dihasilkan. Ini dilakukan agar pelanggan dapat membandingkan produk mana yang lebih baik
4. Aspek Keuangan
                        Merincikan modal untuk kegiatan usaha yang akan dilakukan, antara lain:
a.       Perincian biaya bahan dan perlengkapan kegiatan usaha
b.      Perincian Biaya Operasional
c.       Perincian gaji karyawan
5. Promosi
                        Promosi dilakukan untuk memperkenalkan produk kepada pelanggan, misalkan dengan memasang iklan di blog dan media sosial lainnya untuk mensosialisasikan produk usaha kita.
6. Segmentasi Produk
                        Lokasi usaha haruslah dipilih tempat yang strategis, agar terlihat jelas prospek penjualannya sehingga memungkinkan akan banyak konsumen yang membeli produk hasil kegiatan usaha.
7. Visi Misi Pengelolaan Usaha
                        Dalam mendirikan sebah usaha haruslah memiliki visi dalam pengelolaan usaha. Perlu kita ketahui bahwa bisnis itu seperti sebuah pohon buah yang kita tanam dari pertama kali, maka tanggung jawab kita adalah merawatnya  dengan menyiram dan member pupuk sampai menghasilkan buah saat panen. Dan tetap berkesinambungan dalam merawatnya, bukan dibiarkan begitu saja sebab akan mengurangi kualitas hasil dan ketika buahnya mulai berkurang bahkan kualitasnya turun, serta pohon akan mulai terserang hama maka pohonpun ditebang.
                        Perlu ada kesabaran, keuletan, dan ketelitian untuk menciptakan hasil yang maksimal.
                        Untuk itulah pilihlah bisnis yang kita sukai atau berasal dari hobi kita. Karena yang kita sukai akan menimbukan semangat dan minat besar agar bisnis yang dijalani sampai berjangka panjang.
                        Visi Misi yang matang harus dibuat sebagai pedoman dan untuk melindungi bisnis kita, dan perlu wawasan yang luas untuk memeriksa dan memberikan solusi mengenai masaah dan tantangan yang terjadi. Mulai dari masalah staff, produksi, pemasaran, logistic, dan promosi. Semanya harus ada pada pembukuan sistem yang telah dibuat.
8. Analisis SWOT
                        Setiap memulai sat kegiatan usaha kita mengukur kemampuan kita terhadap lingkungan dan pesaing, yaitu mengenai analisis SWOT :
a)      Strength (kekuatan)
b)      Weakness (kelemahan)
c)      Opportunity (Peluang)
d)     Treath (Ancaman)
6. Jelaskan Perbedaan antara manajer usaha kecil dengan wirausahawan! Serta sebutkan kelebihan dan kekurangan antara menjadi seorang pekerja dengan pengusaha!
Wirausahawan
Manajer
- Aktif Mencari perubahan dengan mengekploitasi Peluang – Peluang
- Menerima dan mengendalikan resiko
- Dimotivasi oleh kebebasan dan peluang untuk menciptakan keuntungan financial
- cenderung menerima kesalahan sebagai suatu bagian yang wajar / normal
- Lebih intens dalam aktivitas operasional organisasi
- Meminimalkan resiko

- Cenderung menghindari resiko

- Dimotivasi oleh karier dan imbalan tradisional lainnya
- Menghindari kesalahan


- Cenderung mendelegasikan tugas – tugas dan mengawasi pekerja
       Wirausahawan  dan manajer mungkin terdengar serupa namun mereka sebenarnya dua peran yang berbeda. Untuk beberapa perusahaan, hanya satu orang memainkan kedua peran yang mana wirausahawan juga bertindak sebagai manajer. Di bisnis, pengusaha menyewa manajer untuk menjalankan perusahaan untuknya. Perbedaan utama adalah pengusaha ialah seorang pemilik bisnis, karena itu dia menanggung semua ketidakpastian dan resiko yang terlibat dalam mengoperasikan organisasi, sedangkan manajer adalah karyawan yagn dipekerjakan dan tidak menghadapi resiko langsung.
       Tujuan dari pengusaha adalah untuk menciptakan dan berinovasi dalam ide bisnis. Manajer menempatkan ide - ide menjadi tindakan dan mengimplementasikan rencana. Pengusasha memulai sebuah usaha bisnis untuk keuntungan dan memiliki saham pribadi didalamnya. Manajer menyediakan layanan untuk menjalankan suatu perusahaan yang dimiliki dan didirikan oleh orang lain. Pengusaha dapat melakukan kesalahan atau gagal dan bertanggung jawab kepada siapapun. Namun, manajer membuat setiap usaha untuk tidak membuat kesalahan. Sebanyak yang ia bisa, ia mencoba untuk menghindari kegagalan. Paling sering, pengusaha memiliki pengalaman yang terbatas dan pengetahuan yang terbatas pula dan oleh karena itu perpektif tentang praktik bisnis mungkin sempit. Sebaliknya, manajer khas arus organisasi dengan profesionalisme sebagai perspektif pemecahan masalah.
Pekerja (karyawan)
Keuntungan :
1.      Jam kerja pasti
2.      Tanggung jawab terbatas
3.      Penghasilan relative pasti
4.      Dapat membuat rencana untuk masa depan
Kerugian :
1.      Harus rela diperintah
2.      Bertanggung jawab kepada atasan
3.      Penghasilan minim atau tetap
4.      Sukar menyampaikan ide
Pengusaha
Keuntungan :
1.      Waktu menjadi lebih banyak
2.      Menghasilkan pendapatan pribadi
3.      Membuka kesempatan lapangan pekerjaan dan menjadi atasan
4.      Ilmu dan wawasan menjadi bertambah
5.      Memperluas rekanan (Networking)
6.      Pekerjaan sesuai minat (hobby)

Kerugian :
1.      Pendapatan yang fluktuatif dan tidak menentu
2.      Resiko dan tanggung jawab yang tinggi
3.      Bekerja keras dan waktu kerja yang panjang
4.      Harus berhemat pada saat permulaan
5.      Beban pikiran yang berat
7. Buatlah rencana bisnis sederhana dengan menggunakan bahan bohlam bekas! Cukup pada rencana Merk, Konsep Ide, Operasional dan Pemasaran.
Rencana Merk : Photo inside Bohlam ( Yaitu foto ukuran 4x6 yang dimasukan kedalam bohlam)
Konsep Ide : mengolah bohlam bekas dan memasukan foto ukuran 4x6 kedalam bohlam, pertama tama kita buka dahulu tutup bohlam lalu kita masukan foto ukuran 4x6 milik konsumen (Biasanya foto hitam putih berdasi) atau berbagai foto seperti foto klub sepakbola, foto pemain sepakbola,foto hewan atau bunga, dan foto pemandangan lain. Bahan tambahan yang dibutuhkan adalah cat, bambu yang dibelah menjadi dua, dan korek api. Batang korek sebagai penyangga foto didalam bohlam, cat untuk menghias sisi2 luar bohlam untuk menambah nilai estetika dan bamboo untuk penyangga bohlam. Alat lain yang dibutuhkan adalah lem untuk menempel dan pembersih kaca untuk membersihkan bohlam serta kertas pernak pernik millennium sebagai penghias luar bohlam juga. Sehinga menciptakan bentuk yang atraktif.
Operasional :
1. produksi
       Pertama2 kita belah bamboo menjadi dua bagian. Bambu digunakan sebagai penyangga bohlam. Lalu kita buka tutup bohlam kemudian kita masukan photo yang sudah ditempel korek api pada 4 bagianya sebagai penyangga. Kita hias bohlam dengan cat dan kertas pernik agar lebih menarik. Produk siap dijual.
2. Price
       Estimasi biaya produksi untuk 1 buah produk adalah Rp. 15.000. kita memproduksi produk ini dengan harga yang terjangkau karena menggunakan bahan bekas.  Kita akan menjual per buah produk dengan harga jual Rp. 25.000.
3.  Place
       Lokasi usaha pilihan berada di daerah rukan perkantoran karena target pasar kita adalah para karyawan kantor. Produk ini digunakan oleh karyawan sebagai penghias meja kantor mereka. Dan mengapa para karyawan yang menjadi target pasar adalah karena daya beli mereka yang cukup tinggi dan ketertarikan mereka terhadap produk2 kreatif sebagai pajangan di kantor mereka.
Pemasaran :
       Kegiatan pemasaran dilakukan melalui promosi lewat berbagai media sosial seperti facebook dan bbm group. Kita juga mencoba untuk membujuk pelanggan kita untuk memfoto produk2 kita dan menyebarkan nya melalui grup whatsap untuk teman2 mereka, kita berikan diskon kepada dia Rp. 5000.



Daftar Pustaka

Saiman, Leonardus. 2009.Kewirausahaan teori,praktik dan kasus – kasus.Jakarta. Salemba Empat.